Mengkritisi Sandal Refleksi
oleh: Umar Sa'id (Herbalist)
PENEKANAN-PENEKANAN pada daerah telapak kaki menyehatkan dan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Tetapi kita mesti tahu, bahwa penekanan-penekanan ini mempunyai pengaruh yang baik terhadap kesehatan, khususnya dalam memperlancar peredaran darah, terutama ketika mengalami gangguan. Namun apakah penekanan itu bersifat sembarangan?
Tentunya tidak. Bahkann disana ada sebuah disiplin ilmu yang mudah dipelajari untuk menegakkan diagnosa pada telapak kaki. Biasanya ilmu ini disebut dengan istilah pijat refleksi. Ilmu ini pada zaman sekarang sudah berkembang luas ditengah-tengah masyarakat, baik masyarakat lapisan bawah, menengah, maupun atas. Begitu pula, buku-buku tentang refleksi banyak beredar. Namun sayangnya, ada sebagian orang membuka praktek tanpa didasari ilmu yang benar. Akhirnya, banyak rumor yang berkembang dan simpang siur. Meskipun demikian, refleksi banyak menjamur di desa-desa, bahkan sampai ke kota-kota. Penilaian orang berbeda-beda, beraneka ragam, tetapi kenyataannya refleksiberbeda dengan apa yang mereka sebut-sebut, penyebabnya banyak sekali.
Sebenarnya, kata refleksi sudah tidak asing lagi bagi kita, namun banyak tek terpikir oleh kita. Setiap kita sebut refleksi, ingatan hanya tertuju tentang pijat-memijat. Namun sebenarnya, kata refleksi berasal dari kata reflek yang berarti gerak spontan, tak sengaja, atau otomatis; yang memiliki arti pemijatan/penekanan pada daerah tertentu tanpa disengaja, spontan, atau otomatis mempengaruhi daerah lainnya.
Banyak manfaat yang didapat dari pijat refleksi. Selain mudah dan dapat dilakukan sendiri, pijat refleksi memiliki pengaruh yang besar terhadap kelancaran sirkulasi darah. Sehingga banyak alat kesehatan yang tercipta didasari oleh sistem refleksi, mulai dari yang sederhana seperti sandal, hingga yang lebih canggih seperti pijat magnet, atau yang lainnya.
Memang benar, pijat refleksi dapat digunakan untuk terapi, pencegahan, dan penyembuhan meskipun tanpa harus minum obat atau injeksi (suntikan), namun melalui penekanan atau pemijatan pada daerah tertentu dengan cara tertentu. Banyak penyakit yang bisa ditangani atau minimal terkurangi konsentrasi penyakitnya dengan refleksi, seperti: alergi, sakit gigi, rematik, darah tinggi, kram, kesemutan, sakit pinggang, gangguan reproduksi, dan lainnya.
Pada kesempatan ini kami tidak membahas mengenai permasalahan seluk-beluk pijat refleksi, namun kami ingin membahas tentang sandal yang disebut dengan sandal refleksi.
Sandal refleksi adalah sandal yang dibuat berdasarkan titik reflek yang berada di kaki, dengan media kayu sebagai pengganti penekanan jari tangan, dengan cara diinjak (sebagai alas kaki). Cara kerja sandal ini sama dengan sandal biasa, tetapi konon sandal refleksi baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, kami terpanggil untuk membahasnya. Semoga Alloh memudahkan tulisan ini.
Sebagaimana kita ketahui, rata-rata sandal refleksi yang beredar di sekeliling kita adalah sandal yang terbuat dari kayu atau plastik dengan dihiasi kayu-kayu yang tumpul, berjajar rapih dari ujung sampai belakang. Menurut mereka, penempatan kayu-kayu tersebut sudah sesuai dengan standar titik refleksi telapak kaki yang berjumlah 36 titik. Namun kenyataannya, jumlah kayu-kayu tersebut ada yang melebihi dan ada yang kurang dari 36. Yang lebih aneh dari itu adalah susunannya yang rapi, berjajar-jajar, dengan sedikit variasi, dengan dihiasi tulisan sebagai petunjuk titik-titik tersebut.
Berawal dari keyakinan bahwa sandal ini dapat memperlancar peredaran darah di tubuh, banyak orang yang mengatakan dengan enteng: "Sandal refleksi sandal kesehatan." Sehingga banyak orang yang menjadikannya sebagai sandal untuk aktifitas sehari-hari, mondar-mandir kesana kemari memakai sandal refleksi ini. Namun benarkan klaim mereka ini? Jawabnya: Wallohu A'lam. Namun, mari kita tengok masalah dibawah ini.
Sandal refleksi modelnya menyerupai sandal jepit, bila dipakai berjalan maka sebagian ada yang terangkat dan sebagian lain tidak, bahkan menempel. Maksudnya, kaki bagian belakang (tumit, red) menempel. Naik turunnya kaki bagian belakang menyerupai cara pemijatan dengan jari, ditekan dan dilepaskan; mungkin ini bisa dikatakan pemijatan, karena pada waktu melangkah ibarat jari tangan menekan secara berulang-ulang. Tetapi bagaimana dengan bagian depan kaki yang selalu menempel pada kayu-kayu tersebut? Ini bukan refleksi, bukan pula melancarkan peredaran darah. Apalagi penekanannya sama. Belum lagi kalau sandalnya terlalu sempit, maka ini bukan refleksi, bahkan ini sebuah manuver yang merugikan dan awal terciptanya penyakit baru. Sehingga lebih pantas kalau sandal ini dikatakan "sandal penyakit", khususnya bila dipakai dalam jangka waktu yang panjang, meskipun kami tidak mengingkarinya adanya manfaat padanya. Untuk jelasnya, kami sampaikan sedikit dari bagian ilmu refleksi sehingga anda bisa tentram.
Pemijatan refleksi memiliki tatacara tertentu atau disiplin ilmu tersendiri. Salah satunya ialah mengenai lamanya, waktunya, caranya, titiknya, dan lain-lain yang ma'ruf (dikenal) di dalam dunia pijat refleksi.
PERMASALAHAN PERTAMA
Titik yang berada pada sandal refleksi, sudahkah sesuai dengan standar refleksi atau-paling tidak- mendekatinya??? Anggaplah sudah betul, namun masih ada permasalahan lain yang lebih penting.
Jika sandal refleksi dipakai secara terus-menerus, hal ini jelas-jelas menyelisihi tata cara memijat, baik lamanya atau waktunya. Padahal telah jelas tidak dianjurkan untuk memijat setelah makan, kondisi kaki basah; apalagi sehabis meminum obat kimia atau makanan yang mengandung bahan pengawet. Selain itu, penekanan sandal refleksi hanya terjadi pada separuh telapak kaki bagian belakang. Bila demikian keadaannya, maka sangat memungkinkan terjadi kerusakan saraf sekaligus penyumbatan akibat penekanan secara terus menerus pada bagian depan telapak kaki.
PERMASALAHAN KEDUA
Penggunaan terapi dengan sandal refleksi untuk penyembuhan penyakit sangat aneh tapi nyata. Banyak orang menggunakan sandal refleksi sebagai terapi, sebagai contoh: ada orang yang menderita penyakit ginjal berusaha dengan susah payah menahan rasa sakit saat memakai sandal refleksi dengan tujuan menyembuhkan penyakit, dengan alasan: "Sandal refleksi adalah sandal kesembuhan semua penyakit." Maksudnya menyembuhkan penyakit dengan izin Alloh, bukan mutlak dengan pengaruh sandal, tetapi sandal hanya sebagai perantara. Penggunaan terapi lewat sandal refleksi adalah terapi untuk segala penyakit. Padahal kalau kita tengok dalam ilmu refleksi, hampir-hampir tidak didapati penyembuhan atau terapi dengan menggunakan semua titik. Sehingga, hal ini meski dinisbatkan kepada refleksi namun semua ini bukanlah refleksi, apalagi jumlah titik-titik tonjolan kayu melebihi 36. Selain itu, hal ini bertentangan dengan pembagian penyakit menjadi lima macam: (1) udara, (2) panas, (3) lembab, (4) kering, dan (5) dingin, yang mewakili lima organ: hati, jantung, limpa, paru-paru, dan ginjal.
Terapi refleksi tidak pernah mempertemukan organ yang berlawanan seperti "panas" dengan "dingin", kecuali dengan menggunakan cara-cara tertentu seperti memperkuat bagian yang lemah dan melemahkan organ yang kuat dengan menggunakan titik terpenting, titik khusus, atau titik lokal; bukan menggunakan semua titik sekaligus. Dalam hal ini refleksi "buta" sama sekali untuk menganalisis semua ini, sehingga organ yang harusnya diperlemah malah dikuatkan, akibatnya pengobatan tidak diketahui kemana arah dan tujuannya.
Wallohu A'lam.
oleh: Umar Sa'id (Herbalist)
PENEKANAN-PENEKANAN pada daerah telapak kaki menyehatkan dan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Tetapi kita mesti tahu, bahwa penekanan-penekanan ini mempunyai pengaruh yang baik terhadap kesehatan, khususnya dalam memperlancar peredaran darah, terutama ketika mengalami gangguan. Namun apakah penekanan itu bersifat sembarangan?
Tentunya tidak. Bahkann disana ada sebuah disiplin ilmu yang mudah dipelajari untuk menegakkan diagnosa pada telapak kaki. Biasanya ilmu ini disebut dengan istilah pijat refleksi. Ilmu ini pada zaman sekarang sudah berkembang luas ditengah-tengah masyarakat, baik masyarakat lapisan bawah, menengah, maupun atas. Begitu pula, buku-buku tentang refleksi banyak beredar. Namun sayangnya, ada sebagian orang membuka praktek tanpa didasari ilmu yang benar. Akhirnya, banyak rumor yang berkembang dan simpang siur. Meskipun demikian, refleksi banyak menjamur di desa-desa, bahkan sampai ke kota-kota. Penilaian orang berbeda-beda, beraneka ragam, tetapi kenyataannya refleksiberbeda dengan apa yang mereka sebut-sebut, penyebabnya banyak sekali.
Sebenarnya, kata refleksi sudah tidak asing lagi bagi kita, namun banyak tek terpikir oleh kita. Setiap kita sebut refleksi, ingatan hanya tertuju tentang pijat-memijat. Namun sebenarnya, kata refleksi berasal dari kata reflek yang berarti gerak spontan, tak sengaja, atau otomatis; yang memiliki arti pemijatan/penekanan pada daerah tertentu tanpa disengaja, spontan, atau otomatis mempengaruhi daerah lainnya.
Banyak manfaat yang didapat dari pijat refleksi. Selain mudah dan dapat dilakukan sendiri, pijat refleksi memiliki pengaruh yang besar terhadap kelancaran sirkulasi darah. Sehingga banyak alat kesehatan yang tercipta didasari oleh sistem refleksi, mulai dari yang sederhana seperti sandal, hingga yang lebih canggih seperti pijat magnet, atau yang lainnya.
Memang benar, pijat refleksi dapat digunakan untuk terapi, pencegahan, dan penyembuhan meskipun tanpa harus minum obat atau injeksi (suntikan), namun melalui penekanan atau pemijatan pada daerah tertentu dengan cara tertentu. Banyak penyakit yang bisa ditangani atau minimal terkurangi konsentrasi penyakitnya dengan refleksi, seperti: alergi, sakit gigi, rematik, darah tinggi, kram, kesemutan, sakit pinggang, gangguan reproduksi, dan lainnya.
Pada kesempatan ini kami tidak membahas mengenai permasalahan seluk-beluk pijat refleksi, namun kami ingin membahas tentang sandal yang disebut dengan sandal refleksi.
Sandal refleksi adalah sandal yang dibuat berdasarkan titik reflek yang berada di kaki, dengan media kayu sebagai pengganti penekanan jari tangan, dengan cara diinjak (sebagai alas kaki). Cara kerja sandal ini sama dengan sandal biasa, tetapi konon sandal refleksi baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, kami terpanggil untuk membahasnya. Semoga Alloh memudahkan tulisan ini.
Sebagaimana kita ketahui, rata-rata sandal refleksi yang beredar di sekeliling kita adalah sandal yang terbuat dari kayu atau plastik dengan dihiasi kayu-kayu yang tumpul, berjajar rapih dari ujung sampai belakang. Menurut mereka, penempatan kayu-kayu tersebut sudah sesuai dengan standar titik refleksi telapak kaki yang berjumlah 36 titik. Namun kenyataannya, jumlah kayu-kayu tersebut ada yang melebihi dan ada yang kurang dari 36. Yang lebih aneh dari itu adalah susunannya yang rapi, berjajar-jajar, dengan sedikit variasi, dengan dihiasi tulisan sebagai petunjuk titik-titik tersebut.
Berawal dari keyakinan bahwa sandal ini dapat memperlancar peredaran darah di tubuh, banyak orang yang mengatakan dengan enteng: "Sandal refleksi sandal kesehatan." Sehingga banyak orang yang menjadikannya sebagai sandal untuk aktifitas sehari-hari, mondar-mandir kesana kemari memakai sandal refleksi ini. Namun benarkan klaim mereka ini? Jawabnya: Wallohu A'lam. Namun, mari kita tengok masalah dibawah ini.
Sandal refleksi modelnya menyerupai sandal jepit, bila dipakai berjalan maka sebagian ada yang terangkat dan sebagian lain tidak, bahkan menempel. Maksudnya, kaki bagian belakang (tumit, red) menempel. Naik turunnya kaki bagian belakang menyerupai cara pemijatan dengan jari, ditekan dan dilepaskan; mungkin ini bisa dikatakan pemijatan, karena pada waktu melangkah ibarat jari tangan menekan secara berulang-ulang. Tetapi bagaimana dengan bagian depan kaki yang selalu menempel pada kayu-kayu tersebut? Ini bukan refleksi, bukan pula melancarkan peredaran darah. Apalagi penekanannya sama. Belum lagi kalau sandalnya terlalu sempit, maka ini bukan refleksi, bahkan ini sebuah manuver yang merugikan dan awal terciptanya penyakit baru. Sehingga lebih pantas kalau sandal ini dikatakan "sandal penyakit", khususnya bila dipakai dalam jangka waktu yang panjang, meskipun kami tidak mengingkarinya adanya manfaat padanya. Untuk jelasnya, kami sampaikan sedikit dari bagian ilmu refleksi sehingga anda bisa tentram.
Pemijatan refleksi memiliki tatacara tertentu atau disiplin ilmu tersendiri. Salah satunya ialah mengenai lamanya, waktunya, caranya, titiknya, dan lain-lain yang ma'ruf (dikenal) di dalam dunia pijat refleksi.
PERMASALAHAN PERTAMA
Titik yang berada pada sandal refleksi, sudahkah sesuai dengan standar refleksi atau-paling tidak- mendekatinya??? Anggaplah sudah betul, namun masih ada permasalahan lain yang lebih penting.
Jika sandal refleksi dipakai secara terus-menerus, hal ini jelas-jelas menyelisihi tata cara memijat, baik lamanya atau waktunya. Padahal telah jelas tidak dianjurkan untuk memijat setelah makan, kondisi kaki basah; apalagi sehabis meminum obat kimia atau makanan yang mengandung bahan pengawet. Selain itu, penekanan sandal refleksi hanya terjadi pada separuh telapak kaki bagian belakang. Bila demikian keadaannya, maka sangat memungkinkan terjadi kerusakan saraf sekaligus penyumbatan akibat penekanan secara terus menerus pada bagian depan telapak kaki.
PERMASALAHAN KEDUA
Penggunaan terapi dengan sandal refleksi untuk penyembuhan penyakit sangat aneh tapi nyata. Banyak orang menggunakan sandal refleksi sebagai terapi, sebagai contoh: ada orang yang menderita penyakit ginjal berusaha dengan susah payah menahan rasa sakit saat memakai sandal refleksi dengan tujuan menyembuhkan penyakit, dengan alasan: "Sandal refleksi adalah sandal kesembuhan semua penyakit." Maksudnya menyembuhkan penyakit dengan izin Alloh, bukan mutlak dengan pengaruh sandal, tetapi sandal hanya sebagai perantara. Penggunaan terapi lewat sandal refleksi adalah terapi untuk segala penyakit. Padahal kalau kita tengok dalam ilmu refleksi, hampir-hampir tidak didapati penyembuhan atau terapi dengan menggunakan semua titik. Sehingga, hal ini meski dinisbatkan kepada refleksi namun semua ini bukanlah refleksi, apalagi jumlah titik-titik tonjolan kayu melebihi 36. Selain itu, hal ini bertentangan dengan pembagian penyakit menjadi lima macam: (1) udara, (2) panas, (3) lembab, (4) kering, dan (5) dingin, yang mewakili lima organ: hati, jantung, limpa, paru-paru, dan ginjal.
Terapi refleksi tidak pernah mempertemukan organ yang berlawanan seperti "panas" dengan "dingin", kecuali dengan menggunakan cara-cara tertentu seperti memperkuat bagian yang lemah dan melemahkan organ yang kuat dengan menggunakan titik terpenting, titik khusus, atau titik lokal; bukan menggunakan semua titik sekaligus. Dalam hal ini refleksi "buta" sama sekali untuk menganalisis semua ini, sehingga organ yang harusnya diperlemah malah dikuatkan, akibatnya pengobatan tidak diketahui kemana arah dan tujuannya.
Wallohu A'lam.
0 Response to "Mengkritisi Sandal Refleksi"
Posting Komentar